Kamis, 07 Mei 2015

Anambas Q sayang, Anambas Q malang
            Kepulauan Anambas, sebuah pulau di ujung perbatasan wilayah Indonesia. Pulau yang memiliki ribuan pesona tanpa cela hasil ciptaan Yang Maha Kuasa. Sedikitpun tidak terdapat cela akan keindahan yang tak tertandingi ini. Semua memang terdengar bualan semata. Tetapi bagi yang pernah berkunjung pasti tidak akan menolak memuji kekuasaan Tuhan yang nyata ini. Bagaimana tidak, laut biru dengan gelombang yang saling berkejaran ibaratkan godaan iman terberat untuk merasakan dingin dan bersihnya laut Anambas. Pasir putih bagaikan taburan permata yang tiada duanya. Ketika menikmati suasana pantai, kita bisa lihat hijaunya pegunungan ibarat taburan zamrut yang indah.
Dan juga, jangan lupa akan kekayaan alamnya. Ikan yang berlimpah ruah, hasil pertanian seperti karet, kelapa, cengkeh dll. Dan tidak lupa Migas yang sedang di bangga-banggakan oleh orang setempat.

            Tetapi, dibalik keindahan dan kekayaan alam itu, menyimpan ribuan kisah pilu yang pernah dialami oleh penduduk setempat. Daerah yang bisa dibilang Terluar, Terbatas, dan Terpencil itu sangat memerlukan perkembangan yang bisa membangun perekonomian dan sumber daya manusia yang baik. Bagaimana tidak, dalam wilayah indonesia ini, sangat banyak sekali kekayaan alam yang bisa dibanggakan. Tapi sayang, semua kekayaan alam itu hanya bisa kita lihat, tanpa bisa berbuat apa-apa. Semua kekayaan alam itu bisa dikelola jika ada perusahaan asing yang ingin mengelola. Setelah itu baru kita bisa merasakan kekayaan alam itu. Jika tidak, ya kita hanya bisa menunggu asupan dari luar. Ekspor, ekspor, dan ekspor.

            Di tahun 2015 masyarakat indonesia harus siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Mengapa ? karena ditahun ini produk-produk luar negeri sudah boleh beredar secara bebas di Indonesia. Tetapi jika ditanya ke masyarakat Anambas, apa yang mereka siapkan untuk menghadap MEA ? mereka hanya menjawab “biase ojok” atau artinya biasa saja, mengapa mereka secara gampang menjawab biasa saja, karena masyarakat Anambas telah biasa menggunakan produk luar negeri. Mengapa demikian ? karena produk luar negeri lebih mudah didapatkan di wilayah Anambas, dari pada produk buatan Indonesia sendiri. Dari sini sudah bisa kita lihat betapa Terbatas dan Terluarnya Kepulauan Anambas.
            Masyarakat Anambas sangat dikenal dengan Pulau Bawah. Dan kalau anda tahu bahwa Pulau Bawah ini adalah pulau yang pernah dinobatkan oleh CNN sebagai pulau terindah se-Asia. Mengalahkan lengkawi di Malaysia, Teluk Halong di Vietnam, Similand Islands yang berada di Thailand. Tetapi sayang, pulau itu tidak bisa dicicipi keindahannya oleh semua penduduk Anambas, dikarenakan jauhnya jarak pulau tersebut. Dan jika ingin pergi harus mengeluarkan dana yang cukup besar, karena harus menyewa fery besar karena gelombang yang begitu tinggi. Dari situ kita tahu, betapa Terluarnya Kepulauan Anambas.

            Kepulauan Anambas adalah salah satu wilayah yang banyak menggunakan produk luar negeri. Karena produk luar negeri lebih mudah ditemukan. Bisa lihat di peralatan dapur, ruang tengah, alat make up, makanan, kebanyakan itu adalah produk luar negeri. Disitu kita bisa lihat betapa Terbatasnya sumber keperluan di wilayah Kepulauan Anambas.

            Jika anda ingin berkunjung ke Anambas, janagn pernah ragu. Karena di sana di kenal dengan penduduk yang ramah, alam yang indah, dan tidak penulis pungkiri, jika anda pernah berkunjung, pasti ingin kembali kembali. Demikian dari penulis, mohon maaf bila terdapat kesalahan.

salam rindu Anambas Q